Thursday, July 23, 2020

Pentingnya Penerapan Literasi Digital di Sekolah


Assalamualaikum, Wr.Wb., puji syukur alhamdulilah kita selalu panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan Rahmat sehat kepada kita semua... Sholawat serta salam marilah kita panjatkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menuntun kita ke jalan yang lurus dan terang benderang. Pada kesempatan kali ini admin Sharing is Caring mencoba sharing tentang “Pentingnya Penerapan Literasi Digital dalam GLS”.

Sebelumnya, admin akan menjelaskan apa sih yang dimaksud dengan Literasi ??

Menurut Wikipedia, Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dewasa ini sungguh sangat cepat dan mukhtahir, hampir mempengaruhi semua sektor kehidupan, tak luput pula dunia pendidikan. Guru, siswa, bahkan orangtua “dipaksa” melek teknologi dalam proses pembelajaran. Belajar daring menjadi kata yang akrab dengan telinga kita. Sehingga dengan begitu budaya membaca (buku) pun perlahan – lahan dinilai conventional (kuno), hal ini dirasakan karena setiap anak beralih ke penggunaan gawai yang tentunya membuat anak lebih nyaman dalam berinteraksi maupun berselancar di dunia maya. Terlebih – lebih dengan adanya wabah Covid – 19 seperti sekarang ini, tentu berbagai macam cara untuk tetap terhubung dengan dunia maya. Tak jarang aktifitas keseharian kita pun tak lepas dengan gawai digital yang dianggap sebagai ruh dari pembelajaran online. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat budaya baca haruslah terus ditingkatkan dengan Gerakan literasi sekolah (GLS) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi melalui Literasi Digital.

Literasi Digital adalah keterkaitan, sikap, dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisiasi secara efektif. Adapun manfaat Literasi digital sendiri yang dirasakan seperti ;

1.      Mengakses informasi lebih cepat.

2.      Belajar lebih cepat dan praktis

3.      Selalu dapat meng-update info tekini

4.      Mempermudah proses komunikasi

5.      Mengetahui cara meminimalisir segala jenis cybercrime, dsb.

Oleh karena itu kenapa Literasi Digital dalam dunia Pendidikan dianggap sangat penting, karena hal ini disebabkan oleh kebanyakan siswa pada jaman sekarang lebih tertarik mengakses informasi, baik tentang ilmu  pengetahuan maupun akses yang lain menggunakan media digital, alat – alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi hasilnya. Tentunya literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas. Dengan cara ini diharapkan kualitas individu siswa dapat lebih ditingkatkan lebih baik lagi.

Itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai ulasan pentingnya penerapan literasi digital dalam gerakan giterasi sekolah, khususnya di tengah musim pandemi Covid - 19 seperti sekarang ini, semoga bermanfaat.. Aamiin..... Selalu semangat wahai generasi millenial demi kemajuan Bangsa Indonesia yang kita cintai ini... 


 

Monday, July 20, 2020

Tantangan Para Orang tua dalam mendidik Anak Millenial di Tengah Pandemi Covid-19


Tantangan Para Orang tua dalam mendidik Anak Millenial di Tengah Pandemi Covid-19

Teknologi yang semakin maju dan perkembangan dunia digital yang semakin pesat ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua, ditambah lagi dengan adanya situasi pandemi  seperti sekarang ini yang sudah sangat memakan waktu berbulan – bulan lamanya. Sehingga imbas dari Covid-19 ini berimbas ke segala sektor dan tak sedikit orang tua yang mengeluhkan dampaknya, baik di perekonomian, pariwisata, pendidikan, dan lain sebagainya. Sebagai orang tua, selain harus bisa menghadapi dampak dari imbas Covid-19 terutama di masalah finansial, juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi karena bagaimana pun pandemi covid-19 ini tidak bisa dipisahkan dari sistem pembelajaran online yang harus dihadapi oleh anak-anak. Dengan adanya wabah yang berkembang seperti sekarang ini, tak seorang pun dapat memprediksi kapan wabah ini akan berakhir dan mau tidak mau para orang tua pun harus dapat menyesuaikan dan mengikuti metode pembelajaran yang dianjurkan oleh pemerintah guna mencegah penyebaran virus agar tidak menyebar lebih luas lagi.

Berikut ini beberapa tantangan para orang tua dalam mendidik Anak di tengah pandemi Covid – 19:

1.       Anak - Anak tidak belajar melalui interaksi Tatap Muka Langsung.

Ketika Pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, sekitar pertengahan bulan Maret yang lalu, pemerintah Pendidikan dan Kebudayaan pun akhirnya mengambil kebijakan awal untuk memberlakukan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak jauh), dimana anak-anak dikembalikan ke orang tua dan dibimbing oleh gurunya melalu media pembelajaran online. Hal ini berlangsung hampir 3.5 bulan lamanya, tidak diperbolehkan untuk pergi ke sekolah, terlebih lagi saat diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dalam hal ini anak selama 24 jam nonstop bersama orang tuanya di rumah. Sebagian besar, penugasan sekolah yang diberikan oleh gurunya pun harus dikirim melalui aplikasi online atau media sosial lainnya. Dengan begitu, kebanyakan orang tua mengeluh dalam menangani dua bahkan tiga tugas sekaligus yang harus dikerjakan  secara bersamaan. Sementara itu, belum lagi ditambah dengan pekerjaan rumah yang seambreg – ambreg, sehingga menyita banyak waktu dan tenaga yang tercurahkan. Dengan kondisi dan situasi seperti itu, anak-anak pun banyak yang mengeluhkan jika belajar online tidak maksimal, dan tak jarang si anak merasa lebih nyaman ketika belajar bersama gurunya secara tatap langsung di kelas. 

 

2.   Kemampuan Anak dalam membaca menurun.

Tuntutan para orang tua Ketika anaknya memasuki Pendidikan awal adalah menuntut para peserta didik baru untuk dapat membaca. Hal ini pun berdampak yang sangat signifikan, dimana ketersediaan waktu dan perhatian dalam mengajari membaca pun dirasakan masih kurang maksimal. Terlebih – lebih jika ada Kakaknya yang juga harus menyelesaikan pembelajaran online, tak terasa dengan otomatis level ketegangan pun semakin bertambah karena tuntutan penugasan yang harus dikirimkan dalam waktu yang telah ditentukan. Hal ini pun akhirnya membuat orang tua semakin bertambah stress, emosional dan tingkat kemarahan pun bisa lebih meluap– luap.  Dengan kesibukan meng-handle pembelajaran online dan pekerjaan rumah seacara bersamaan tersebut, membuat para orang tua kurang telaten atau sabar dalam menghadapi dan mengajari anak – anaknya membaca. Sehingga  hal ini harus disikapi dengan bijak oleh para orang tua agar lebih bisa mengontrol emosinya, sehingga dalam pengajaran mandiri di rumah bisa lebih mengena dan tentu harus memperhatikan mood anak. Para orang tua harus bisa melihat kondisi psikologis anak, kapan waktu moodnya untuk belajar, sehingga tidak diperbolehkan apabila ada orang tua yang memaksakan kehendaknya terhadap anaknya untuk menyelesaikan tugasnya dengan sikap kasar apalagi dengan marah - marah. 

 

3.   Anak – Anak lebih sering berinteraksi dengan Gadget.

Di era digital dan internet yang semakin mudah diakses, di sadari secara langsung bahwa waktu anak – anak kita lebih sering dihabiskan di dunia maya saja ketimbang berinteraksi secara nyata di lingkungan rumah. Permainan online yang semakin beragam dan dapat dimainkan anak kapan saja dan dimana saja membuat pola sikap anak yang pasif, mudah mengambek jika tidak diperbolehkan para orang tuanya dalam memainkannya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri oleh para orang tua untuk mencari solusi terbaik agar anak – anak tidak kecanduan gadget secara berlebihan. Buat kesepakatan bersama anak tentang waktu kapan mereka diperbolehkan main gadget, karena dengan mereka diarahkan tentunya akan membuat mereka paham akan nilai positif dan negatif dari bermain gadget.

 

4.   Anak – anak butuh waktu lebih untuk didampingi.

Kesibukan para orang tua pun juga menjadi salah satu kendala dalam mendidik anak-anak, terutama bagi mereka yang berkarir. Tantangannya bagi para orang tua karir adalah bagaimana mengatur waktu agar bisa membagi waktu di sela – sela kesibukannya. Rutinitas yang sangat sibuk menyebabkan anak jarang mendapatkan perhatian, alih – alih untuk masa depan agar dapat memenuhi kebutuhan anak agar dapat terpenuhi segala kebutuhannya, namun tidak disadari oleh  para orang tua, justru hal ini menjadi boomerang bagi perkembangan anak – anak di masa mendatang. Banyak orang tua kadang merasakan agak kesulitan dalam waktu mendampingi anaknya. Permasalahan ini dapat diatasi jika para orang tua menyadari bahwa perhatian dan bimbingannya lebih utama demi terbentuknya sikap dan tingkah laku yang baik untuk anak – anak kedepannya, sehingga hal ini perlu dibicarakan baik – baik, tidak hanya dengan pasangan untuk dapat meluangkan waktu bersama dengan anak – anak. Melainkan juga dikomunikasikan dengan baik tentang quality time bersama -sama di waktu tertentu, sehingga anak – anak pun bisa paham dengan rutinitas orang tuanya dan menghargai orang tua, tidak malah mebangkang atau pun menyebabkan salah faham.

 

 

 


Sunday, July 19, 2020

ISTILAH POPULER SAAT PANDEMI CORONA COVID - 19

Seperti kita ketahui bersama Corona merupakan virus berbahaya yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China. Virus ini hingga kini masih menjadi atensi besar bagi masyarakat dunia. Virus yang didiagnosis mirip dengan virus sindrom pernapasan (SARS) ini sudah memakan banyak korban hingga ratusan orang meninggal dan puluhan ribu lainnya terinfeksi, bahkan dampaknya pun sangat dirasakan oleh hampir keseluruhan sektor kehidupan. Beragam cara tengah dilakukan, mulai dari pencegahan sampai dengan penanganan agar kondisi sekarang bisa semakin membaik.

Di tengah popularitas “virus Corona Covid – 19” , terdapat beberapa istilah yang selalu berseliweran di tengah – tengah masyarakat. Kadang, tak sedikit masyarakat atau orang awam pun bingung, karena ada beberapa istilah yang berkaitan dengan hal teknis dalam dunia Kesehatan. 

Berikut ini ada beberapa istilah yang populer selama pandemi Corona Covid - 19 :

1. Wabah         : Tingkat penyakit yang lebih tinggi dari normal.

2. Epidemi       : Situasi dimana penyakit menyebar dengan cepat dan luas.

3. Pandemi      : Penyakit yang sudah menyebar ke seluruh negara, benua, bahkan seluruh dunia.

4. Cluster        : Sekelompok atau sekumpulan orang atau sesuatu yang tumbuh atau muncul berdekatan.

5. Virus           : Kuman penyakit

6. Corona        : Virus yang menyerupai SARS yang menyerang pernapasan yang menyebar di antara hewan dan manusia. Virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, China.

7. Covid - 19   : Nama teknis Corona Virus adalah SARS Co-19, coronavirus 2019 atau Covid – 19.

8. PDP             : Pasien Dalam Pengawasan juga bisa dikatakan memiliki indikasi atau diketahui pernah kontak secara langsung dengan pasien yang positif virus Covid-19.

9. ODP            : Orang Dalam Pemantauan. Diberikan kepada mereka yang mempunyai riwayat dari luar atau dalam negeri yang areanya terkonfirmasi virus corona.

10. OTG    : Orang Tanpa Gejala, orang yang terinfeksi virus corona, namun tidak menunjukkan gejala.

11. APD           : Alat Pelindung Diri yang biasanya dikenakan untuk melindungi diri dalam upaya pencegahan virus Corona.

12. Karantina : Pembatasan pergerakan individu yang tampak sehat tetapi mungkin telah terkena penyakit menular untuk melihat apakah mereka positif atau tidak.

13. Karantina Mandiri : Aktivitas yang menunjukkan bahwa seseorang secara sukarela mengurung mereka sendiri, seperti tinggal di rumah agar dapat mencegah penyebaran penyakit.

14. PSBB        : Pembatasan Sosial Berskala Besar.

15. Lockdown             : Situasi yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat. Lockdown juga berarti wilayah / negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya.

16. Social Distancing : Langkah Langkah yang diambil untuk memberikan jarak antar orang untuk memperlambat penyebaran virus. Langkah Langkah yang diambil untuk memberikan jarak antar orang untuk memperlambat penyebaran virus. Contohnys termauk bekerja dari rumah, penutupan sekolah atau pembatalan pertemuan massal dengan jarak 1 – 2 meter dari orang lain agar dapat membatasi penyebaran virus.

17. Physical Distancing : Physical Distancing adalah kebijakan menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar. WHO (World Health Organisation) PBB resmi menggati frasa Social distancing menjadi Physical distancing.

18. Isolasi                    : Tindakan memisakan individu yang terinfeksi dan sakit dari individu yang sehat. Jika di Rumah sakit biasanya menempatkan pasien yang sakit dalam isolasi untuk mencegah penyakit.

19. Isolasi Mandiri      : Upaya memisahkan / menempatkan individu di rumah sendiri / tempat khusus secara pribadi.

20. Inkubasi                : Selang waktu yang berlangsung antara terpajan infeksi dan menunjukkan gejala awal

21. Screening Test      : Penerapan serangkaian tes atau prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu pada seseorang.

22. Rapid Test             : Metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus. Rapid tes hanya memerlukan waktu 10 - 15 menit hingga hasil tes keluar. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah.

23. Swab test             : Test untuk mendiognosa pasti / akurat dengan menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokkan. Tes Swab ini membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil.

24. Hand Sanitizer      : Antiseptik pembersih tangan.

25. Ventilator              : Alat untuk membantu seseorang yang mengalami kesulitan bernapas.

26. WFH                     : Work From House (Bekerja dari rumah).

27. PFH                       : Pray From Home (Berdo'a dari rumah).

28. BDR                      : Belajar dari rumah.

29. #DiRumahAja       : Tinggal / menetap di rumah untuk sementara waktu.

30. Imun                      : Kekebalan tubuh

31. New Normal         : Keadaan / Situasi normal yang baru

32. Back to New Normal : Kembali ke keadaan baru pasca wabah Covid-19

33. Protokol Kesehatan : Seluruh hal yang mengatur pelaksanaan suatu kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan.

34. Infeksi : Keadaan / kondisi terserang mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan parasit yang pada dasarnya tidak berasal dari dalam tubuh.

35. Antibodi    : Zat terbentuk dalam darah untuk menghancurkan bakteri, virus atau untuk memusnahkan racun yang dihasilkan oleh suatu bakteri.

36. Imunitas : Kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen.

37. Suspect Corona : Orang yang dicurigai, tersangka yang terkena virus Corona.

38. Positif Corona :  Mengacu pada ditemukannya virus corona pada tubuh manusia.

39. Local transmission : Penularan penyakit saat pasien berada di lokasinya saat ini.

40. Herd immunity : Kekebalan kelompok yang tercapai bila beberapa orang dalam komunitas tahan terhadap serangan virus.

 

 

 


Saturday, July 18, 2020

EXERCISE 1 INTRODUCING ONESELF


EXERCISE 

A. INTRODUCING ONESELF
WRITING TASK 1 : Please introduce yourself by writing down your identities like name, age, address, hobby and about your family. (Perkenalkanlah dirimu dengan menuliskan identitasmu, seperti nama, usia, alamat, kesukaan dan tentang keluargamu)


B. INTRODUCING OTHER
WRITING TASK 2 : Please make a simple dialog about how to introduce your friend to other. (Buatlah sebuah dialog sederhana tentang bagaimana memperkenalkan temanmu kepada yang lain).



Wednesday, July 15, 2020

PELAKSANAAN IHT (IN HOUSE TRAINING) SMK TELADAN KERTASEMAYA DI TENGAH PANDEMI COVID - 19 | PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU




Dalam situasi pandemi Covid-19, SMK Teladan Kertasemaya sementara ini masih menggunakan pembelajaran secara daring atau yang lebih akrab dikenal dengan Sistem online sesuai dengan instruksi Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dan instruksi dari bapak Gubernur Jawa Barat tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19).

Pelaksanaan pembelajaran secara online di SMK Teladan Kertasemaya sendiri sudah berlangsung kurang lebih selama 3 bulan lebih, mulai dari awal pemberlakuan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hingga sekarang berganti  istilah dengan istilah baru yakni BDR (Belajar Dari Rumah), yang kedua istilah tersebut masih lah sama maknanya yakni pembelajaran secara online (daring), meskipun pelaksanaannya nanti tidak menutup kemungkinan diseling dengan sistem pembelajaran luring (luar jaringan) dengan melihat situasi zona di kawasan kota Indramayu.


Maka dari itu, di awal tahun pelajaran 2020/2021 ini, ibu Khoirun Nisa, S.Si selaku Kepala Sekolah menganggap akan pentingnya pembekalan ilmu informatika bagi para dewan pendidik dan kependidikan (staf TAS) akan penerapan Teknologi Informasi dalam proses Pembelajaran Daring di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

 

Dalam pelaksanaan In House Training di SMK Teladan Kertasemaya sendiri tetap memberlakukan Protokol Kesehatan, yakni tetap mengenakan masker, menjaga jarak dan juga membiasakan mencuci tangan sebelum dan setelah kegiatan berlangsung.


Dalam IHT yang berlangsung selama 3 hari (13 – 15 Juli 2020), diikuti oleh seluruh dewan guru SMK Teladan Kertasemaya beserta Staf TAS yang berjumlah 50 orang. Dengan menghadirkan beberapa pakar IT di bidang Informatika dan Multimedia dan yang termasuk juga dari kepala Program Multimedia yang terdapat di SMK Teladan Kertasemaya sendiri. 


Materi IHT yang berlangsung membahas tentang penggunaaan beberapa media aplikasi antaralain Blog / Website, Zoom Cloud MeetingWebex Meeting, Google Meet and Classroom, You tube, gnomio, dan Whatsapp yang sudah sangat familiar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran online di tengah musim pandemi covid -19.

Harapannya melalui kegiatan IHT (In House Training) ini, akan terwujud guru - guru yang professional yang bukan hanya sekedar memiliki pengetahuan tentang dunia IT, namun juga tidak kalah pentingnya juga memiliki skill (keterampilan) dalam mengelola dan mengenbangkan konsep pembelajaran berbasis teknologi dan informatika melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Tentunya juga dengan pengaplikasian ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi perkembangan teknologi secara cepat sebagai ciri masyarakat abad-21.


Dapat dilihat dibawah ini suasana kegiatan IHT yang berlangsung di SMK Teladan Kertasemaya.

 









Tuesday, July 14, 2020

MODUL BAHASA INGGRIS KELAS X SEMESTER GANJIL

MODUL BAHASA INGGRIS KELAS X SEMESTER GANJIL



RPP Bahasa Inggris Materi Introducing Oneself terbaru | RPP 1 Lembar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Sesuai Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019)

 

Sekolah                       : SMK TELADAN KERTASEMAYA

Mata Pelajaran            : Bahasa Inggris

Kelas / Semester         : X / Ganjil

Materi Pokok              : Introducing Oneself

Alokasi Waktu            : 90 Menit

 

A.  Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :

·   Mengidentifikasi istilah khusus tentang ungkapan memperkenalkan diri (introducing oneself)

·   Mengidentifikasi ungkapan dan kosa kata yang lazim digunakan dalam memperkenalkan diri

·   Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaannya

·   Menganalisis ungkapan formal dan nonformal dalam memperkenalkan diri

·   Mempraktekkan teks sederhana ungkapan memperkenalkan diri secara berterima

B.   Media, Alat / Bahan dan Sumber belajar

 Media : worksheet/lembar kerja siswa. Lembar penilaian.

 Alat/Bahan : Spidol, papan tulis, laptop, infocus.

 Sumber Belajar : Buku Bahasa Inggris Erlangga kelas X, tahun 2019.

 

C.  Langkah – Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit )

Melakukan salam pembuka, berdo’a untuk memulai pembelajaran

Mengecek kehadiran

Melakukan Apersepsi ke materi pembelajaran

Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat ) dengan mempelajari materi

Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang akan ditempuh

Kegiatan Inti (60 menit )

Kegiatan Literasi

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca, dan menuliskannya kembali.

Mereka diberi tayangan video dan bahan bacaan terkait materi memperkenalkan diri

Critical Thinking

Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, diawali pertanyaan faktual samapi pertanyaan hipotetik yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan

Collaboration

Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi serta mempresentasikan ulang mengenai materi memperkenalkan diri

Communication

Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok secara kelompok atau individu secara klasikal

 

Mengemukakan pendapat mengenai presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi / direspon kembali oleh kelompok / individu yang mempresentasikan

 

Creativity

Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal – hal yang telah dipelajari terkait istilah khusus, kosakata, serta ungkapan memperkenalkan diri (introducing oneself)

Kegiatan Penutup (15 menit )

Peserta didik membuat kesimpulan / rangkuman mengenai poin – poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan

Guru membuat rangkuman / simpulan pelajaran serta catatan penilaian tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan

 

D.  Penilaian Hasil Pembelajaran

-          Penilaian hasil Pengetahuan berupa test tertulis pilihan ganda & uraian tertulis, test lisan / observasi terhadap diskusi tanya jawab dan percakapan serta penugasan.

-          Penilaian hasil Ketrampilan berupa penilaian unjuk kerja, penilaian proyek, penialian produk dan penilaian portofolio.

 

 

Indramayu, 13 Juli 2020

Mengetahui,

Kepala SMK Teladan Kertasemaya                                       Guru Mapel Bahasa Inggris

 

 

Khoirun Nisa, S.Si                                                                  Siti Nurhaeti, S. Pd.


DOWNLOADhttps://drive.google.com/file/d/1PycEK2mY4lpA7i8Nb2gtn-trNvkHGxw9/view?usp=sharing


















Monday, July 13, 2020

Cara Belajar Efektif untuk meraih Prestasi di Kelas

Seperti kita ketahui, belajar merupakan kewajiban seluruh insan guna meningkatkan pemahaman, kecerdasan dan juga peningkatan mutu atau kualitas diri seseorang. Dan untuk mencapai belajar yang efektif, tentu saja kita harus berupaya menempuh cara dan proses belajar dengan baik dan benar.

 

Berikut ini adalah tips - tips belajar yang baik dan benar :

 

1. Kreatif membuat rangkuman (catatan intisari) pelajaran

    Setelah kita mempelajari materi pelajaran yang bapak/ibu guru sampaikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bagian - bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan atau semacam ringkasan di buku khusus yang dapat dibawa kemana - mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan sebagai media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

 

2. Membuat Perencanaan yang Baik

    Agar mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik pula. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengukur kemampuan diri sendiri. Dengan begitu kita dapat mengetahui apakah kegiatan belajar yang telah kita laukakan telah mencapai maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik dimana kita dapat dengan tenang mempelajari materi yang kita pelajari, misalnya di waktu ketika pekerjaan rumah dalam kondisi yang aman. Hal ini berarti kita harus mengetahui kondisi situasi di rumah kita, tidak mungkin kita dapat belajar dengan santai - santai, sementara ibu kita sedang sibuk memasak di dapur atau kondisi rumah kita berantakan. Manajemen perencanaan belajar yang baik juga harus perlu melihat situasi serta konsidi lingkungan sekitar kita. 

 

3. Disiplin dalam Waktu Belajar

   Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah. 

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah keramaian? Ataupun ketika kita sedang makan atau sambil main games / sosmed. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi. 

Disiplin waktu dalam belajar juga dapat kita terapkan secara rutin seperti setelah selesai sholat, misalkan cari waktu yang tenang seperti selesai waktu sholat malam / di sepertiga malam terakhir sehingga dengan waktu belajar yang tenang akan lebih meningkatkan daya konsentrasi kita.

 

4. Menjadi Aktif bertanya dan ditanya

    Malu bertanya sesat di jalan, paribahasa tersebut memang benar adanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Hindari sikap aktif yang bertanya yang berlebihan, seperti menanyakan hal - hal yang sepele yang tak perlu ditanyakan.

 

5. Belajar dengan serius dan tekun

    Ketika belajar baik di rumah maupun di sekolah, usahakan harus dengan serius dan tekun. Di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab. 

 

6. Hindari belajar dengan sistem SKS 

        Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) atau ujung - ujungnya membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

 

7. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Mencontek berarti membodohi diri sendiri. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki sifat curang yang akan membiasakan kita sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan. Tanamkan bahwasanya sifat tidak jujur (curang) merupakan sifat yang tercela dan tidak dianjurkan dalam agama, tentu akan menambah dosa karena dapat menipu diri sendiri, guru, teman dan dapat merugikan orang lain.

8. Fokus, dengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan belajar setengah hati. Belajarlah untuk konsentrasi baik ketika belajar sendiri maupun bertatap muka dengan guru. Dengarkan penjelasan guru dengan seksama penjelasan guru, hindari mengobrol dengan teman maupun bergurau. Kenali cara belajar diri sendiri agar lebih bisa fokus atau konsentrasi.

9. Latihlah Rasa Tanggung jawabmu.

Kerjakan Tugas atau PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk mengerjakan aktifitas lainnya. 


10. Sering-seringlah “Practice

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya. Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi, dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi. Terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, Namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakukannya kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar. Apabila anda tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Selain belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya. Begitu juga dengan mapel yang lain, katakanlah mapel Bahasa Inggris, jika kita menginginkan lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, tentu kita harus sering berlatih membiasakan dalam percakapan sehari - hari dengan teman atau saudara kita. Berlatihlah secara terus menerus karena berlatih akan membuat kita terbiasa (bisa), Practice makes perfect, right.. ??


11. Berdo'a dan Mohon Restu Kedua Orang tua

Selain usaha dzohiriyah, tentu kita juga harus berusaha secara bathiniyah. Selalu berdo'a agar kita selalu dalam bimbingan - Nya. Karena dengan berdo'a akan bertambah yakin dan fokus. Dari nilai religinya tentu kita memohon keberkahan akan ilmu yang kita pelajari dan kebermanfaatan ilmu itu sendiri bagi diri sendiri dan orang lain. Selain berdo'a kepada Tuhan YME, kita juga sebaiknya meminta restu dari kedua orang tua kita. Karena do'a orang tua kita (terutama seorang ibu) akan lebih makbul (terkabul) agar kita dipermudah dalam segala hal.




 

 

ETIKA MENGHUBUNGI GURU LEWAT HP

Berkomunikasi menggunakan gadget / gawai saat ini telah menjadi bagian dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih – lebih media komu...